Menjadi Alumni Sekolah Perempuan: Bangga Meski Tanpa Toga

alumni-sp12

“Mama lagi ngapain?”, tanya anak saya yang ke dua, Naura (5 tahun), saat melihat saya tengah sibuk di depan laptop.

“Mama lagi bikin pe-er,” jawab saya.

“Ih … mama kaya anak kecil aja, punya pe-er,” katanya sambil tertawa. “Memangnya mama anak sekolah?”

Lalu saya pun mulai ‘ceramah’.

“Naura, yang boleh sekolah bukan cuma anak kecil. Ibu-ibu seperti mama juga boleh sekolah. Mama harus belajar terus, supaya pintar. Tapi, sekolahnya beda dengan sekolah Naura. Mama sekolahnya cukup dari rumah saja.”

Naura mengangguk-angguk. Saya tidak tahu apakah dia mengerti sepenuhnya dengan apa yang saya katakan. Tapi, setidaknya dengan melihat aktivitas saya belajar, kelak dia akan paham bahwa belajar adalah hak setiap orang, tidak peduli berapa pun usianya.

Continue reading

Catatan Jantung Seorang Ibu

Kehadiran putri kami yang ketiga memang penuh kejutan, bahkan sejak pertama kali ketika menyadari saya hamil lagi. Saya dan suami memang berencana untuk tidak memiliki anak lagi setelah kami dikaruniai sepasang putra dan putri. Tapi rupanya Allah masih berkenan menitipkan satu amanah lagi.

Masa kehamilan ketiga ini sangat berat. Morning sickness saya alami hingga usia kandungan 6 bulan, sangat mudah lelah, sering mengalami pusing, dan kaki bengkak. Mungkin karena usia saya yang saat itu sudah masuk 39 tahun. Alhamdulillah, Selasa, 20 Mei 2014, lahirlah Zahwa, melalui operasi Caesar di sebuah rumah sakit ibu dan anak di Bogor. Ini adalah operasi Caesar yang ketiga bagi saya. Karena itu, dokter kandungan menyarankan saya untuk sekaligus melakukan sterilisasi.

Continue reading

Pentingnya Berkomunitas Bagi Survivor Penyakit Serius

komunitas

Menerima vonis penyakit serius merupakan pukulan yang sangat berat bagi siapa pun, bahkan bisa memicu depresi. Hal ini sangat wajar terjadi karena nyawa lah yang menjadi taruhannya. Menurut sebuah studi, seseorang yang menerima vonis penyakit serius akan memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang tinggi selama minggu atau bulan pertama. Jika setelah melewati beberapa bulan tingkat kecemasan dan depresi masih sangat tinggi, emosi tersebut dapat menyebabkan kemunduran kondisi fisik penderita.

Depresi pasca menerima vonis biasanya disebabkan karena munculnya perasaaan cemas dan pikiran-pikiran negatif, seperti apakah bisa bertahan hidup lebih lama, kekhawatiran akan masa depan anak-anak, serta akibat ketidakmampuan melakukan kegiatan fisik seperti sebelumnya. Untuk mengurangi tingkat depresi ini dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, seperti keluarga, sanak saudara, teman dekat, dan dokter yang merawatnya.

Continue reading

Avaloka Medic Oil: Kotak P3K Dalam Sebotol Minyak

Belakangan ini, segala sesuatu yang berbau organik, herbal, atau alami, semakin digemari banyak orang. Mulai dari makanan, kosmetik, apalagi obat-obatan. Saya sendiri juga begitu. Kalau hanya sekedar pusing, batuk-pilek, atau badan terasa pegal, sebisa mungkin saya coba atasi dulu dengan obat luar atau obat tradisional. Misalnya, untuk sakit kepala cukup minum teh panas, gosok minyak angin, lalu dibawa tidur dengan kondisi kamar gelap dan sejuk. Untuk batuk-pilek, cukup minum  perasan lemon + madu.

Nah, untuk mengatasi masalah kesehatan ringan, ada produk baru yang sangat menarik. Namanya Avaloka Medic Oil. Minyak ini berbahan dasar rempah-rempah asli nusantara. Cara pakainya mudah kok. Cukup dengan meneteskan minyak di telapak tangan lalu digosok sampai terasa panas, baru kemudian diusapkan/ditempel/dipijit ringan di bagian tubuh yang bermasalah. Efek penyembuhannya juga sangat cepat, hanya 5-15 menit setelah pengolesan, karena minyak ini memiliki ukuran molekul yang sangat kecil sehingga mudah terserap sempurna oleh pori-pori.

avaloka

Terus, apa saja khasiatnya? Selain untuk mengatasi keluhan ringan seperti flu, demam, dan kembung, Avaloka Medic Oil juga bisa mengatasi banyak sekali masalah tak terduga dalam aktivitas sehari-hari, sebelum mendapatkan pertolongan intensif. Misalnya, luka sayat, luka akibat terjatuh, benturan, terkilir, pusing, pingsan, mimisan, kram otot/kesemutan, asthma, dan epilepsi. Tidak perlu repot membawa kotak P3K dengan bermacam-macam obat. Cukup 1 botol kecil minyak Avaloka saja. Praktis banget, kan? Harganya juga murah, cuma Rp. 100.000 isi 100ml.

Soal keamanan, jangan kuatir. Produk ini sudah terdaftar kok di BPOM. Dijamin aman untuk wanita hamil dan menyusui, anak anak, dan manula, juga aman dipakai sesering mungkin. Eh, ada yang unik lho pada produk ini. Kita akan menemukan sejenis akar di dalam botol kemasannya. Akar tersebut adalah akar wangi yang memiliki khasiat sebagai anti nyeri. Sedangkan butiran yang ada di botol adalah garam organik Himalaya sebagai pengawet alami.

Oya, selain Avaloka Medic Oil, ada 2 jenis minyak lainnya yang diproduksi oleh Avaloka, yaitu Avaloka Premium Oil (untuk mengatasi penyakit serius) dan Avaloka Lavender Essential Oil (untuk relaksasi, membuat tidur nyenyak, bahkan mengatasi keputihan).

Penasaran dengan produk-produk Avaloka? Langsung hubungi sellernya ya:

Ibu Femmy Maharany

WA : 08114913755

BB : 7BC319E

IG : @femmy_lseherba

FB : Femmy Maharany

Turun 7kg Tanpa Tersiksa, Mau?

lse-herba

Kalau perempuan lagi ngumpul, apa sih yang paling sering dibicarain? Salah satunya pasti soal DIET. Bener nggak? Persoalan berat badan memang topik yang nggak ada matinya ya. Sampai-sampai banyak yang rela tersiksa demi tubuh langsing. Baik tersiksa karena caranya yang ekstrem, maupun akibat efek samping gara-gara mengkonsumsi obat pelangsing sembarangan.

Padahal, diet bisa dilakukan dengan cara yang aman dan menyenangkan lho. Yang penting, perhatikan 6 PRINSIP DIET SEHAT berikut:

  1. Tentukan target kecil, sederhana, dan realistis setiap minggu, supaya diet tidak terasa berat.
  2. Aktif bergerak, misalnya olah tubuh di pagi hari minimal 2-3 jam per minggu.
  3. Kurangi makanan kemasan, makanan siap saji, dan gorengan.
  4. Pilih makanan yang diolah dengan cara dikukus atau direbus.
  5. Atur ulang isi piring Anda: pilih sumber karbohidrat yang sehat (beras merah atau kentang), daging tanpa lemak/ikan/daging unggas, perbanyak buah, sayur, dan kacang-kacangan.
  6. Melakukan kebiasaan baik, seperti mengonsumsi air putih, tidak melewatkan makanan utama, dan makan dengan tenang.

Jadi, kalau mau konsumsi produk pelangsing, pilih yang sesuai dengan 6 prinsip di atas ya. Emangnya ada? Ada dong. Namanya LSE HERBA. Si kapsul ajaib ini nggak akan membuat tersiksa, karena:

  • Tanpa diet ketat
  • Tanpa olahraga berat
  • Tanpa membatasi makan, makan normal 3 x sehari
  • Tanpa rasa lapar
  • Tanpa efek samping
  • Tidak menyebabkan ketergantungan
  • Badan tidak kembali lebar setelah berhenti mengkonsumsi
  • Bahannya 100% alami tanpa campuran bahan kimiawi, yaitu: jati belanda, meniran, kunyit, delima putih, temulawak, dan jeruk nipis.

Tapi jangan berharap hasilnya instan ya, karena LSE HERBA bekerja sesuai dengan kerja tubuh. Caranya dengan mengembalikan dan meningkatkan sistem metabolisme tubuh yang kacau agar kembali bekerja dengan baik. Tumpukan lemak di dalam tubuh akan diubah menjadi energi atau dibuang dalam bentuk keringat.

Oya, harganya juga ngga bikin kantong bolong kaya produk diet lain yang sampai berjuta-juta itu. Cuma Rp. 275.000 saja per botol, bisa untuk 1 bulan.

Penasaran? Langsung hubungi Ibu Femmy Maharani ya, yang sudah berhasil turun 7kg setelah mengkonsumsi 1 botol LSE HERBA.

Ibu Femmy bisa dikontak melalui:

WA : 08114913755

BB : 7BC319E

IG : @femmy_lseherba

FB : Femmy Maharany

Selamat mencoba ya dan say no to diet menyiksa!

Produktif Menulis Bersama ITC dan @JuraganArtikel

Produktif Menulis Bersama ITC dan @JuraganArtikel

Pernah membayangkan bagaimana rasanya melihat artikel dan nama kita terpampang di media? Pasti menyenangkan ya. Apalagi kalau setelah itu cring … cring … ada yang masuk ke rekening. Hmm … siapa yang tidak mau? Tapi ah … menulis artikel kan susah. Apalagi buat ibu-ibu rumahan.

Tunggu dulu! Siapa bilang menulis artikel itu susah? Memang betul, untuk menulis artikel kita harus berwawasan luas, rajin membaca, dan mengikuti topik yang sedang hangat dibicarakan. Tapi bukan berarti menulis artikel adalah hal yang susah. Kaum hawa justru mempunyai modal besar untuk menulis. Menurut penelitian, perempuan bisa mengucapkan 20.000 kata dalam sehari. Jika kata-kata itu dituliskan, terbayang kan bisa jadi berapa artikel? Tapi, tentu kita butuh ilmu untuk bisa menulis dengan baik dan menjadi karya yang bermanfaat.

Salah satu sarana belajar yang sangat layak untuk diikuti adalah training menulis artikel. Training ini diadakan oleh Indscript Training Center (ITC) bekerjasama dengan @JuraganArtikel, sebuah agensi artikel. ITC adalah sebuah lembaga di bawah Indscript Creative, yang peduli dengan pemberdayaan perempuan melalui kegiatan bisnis dan menulis. Indscript Creative dipimpin oleh Indari Mastuti selaku CEO, sedangkan @JuraganArtikel didirikan oleh Ummi Aleeya, yang juga merangkap sebagai Trainer.

Apa sih kelebihan dari training menulis artikel ini?
Pertama, fokus training ini adalah meningkatkan skill para peserta dalam menulis artikel pesanan, job review, dan cara mendapat penghasilan melalui blog. Bukan hanya teori yang diberikan, tapi keterampilan peserta diasah melalui tugas-tugas yang harus dikerjakan. Trainer akan memberikan koreksi dan masukan sampai peserta bisa menghasilkan tulisan yang layak dimuat di media.

Kedua, peserta diberi kesempatan magang mengerjakan artikel pesanan. Sudah pasti akan ada imbalan yang lumayan. Jadi, selain kemampuan menulis meningkat, peserta juga bisa mendapat penghasilan. Asyik, kan?

Ketiga, training ini sangat cocok untuk ibu rumah tangga, karena diselenggarakan secara online. Waktunya bisa disesuaikan dengan rutinitas kita. Jangan khawatir urusan rumah jadi berantakan, asal kita bisa mengatur waktu dengan baik.

Jadi, training menulis artikel ini kesempatan bagus lho untuk ibu-ibu yang punya hobi menulis. Sayang kan kalau potensi yang dimiliki terbuang percuma. Tertarik? Langsung hubungi Ummi Aleeya ya dan mari menjadi perempuan produktif yang menyebarkan kebaikan dengan menulis.

Sekolah Asyik untuk Si Kreatif

“Mama … buku gambar dan krayonku mana ya?”

Naura (5,5 th), anak saya yang kedua, sibuk mengaduk-aduk peti mainannya. Padahal, dia baru saja pulang dari sekolah. Seragam TK-nya pun masih melekat di badan. Begitulah, di sekolah maupun di rumah dia selalu asyik dengan benda-benda kesayangannya: buku gambar, buku mewarnai, krayon, kertas, gunting, lem, dll. Dia selalu bersemangat untuk mempraktekan macam-macam kerajinan tangan yang dilihatnya di buku atau televisi. Kemudian dia akan memamerkan hasilnya kepada seluruh isi rumah dengan wajah berseri-seri.

Baginya, tidak ada yang lebih seru selain menggambar, mewarnai, dan membuat berbagai macam kreasi. Mungkin tangan mungilnya terasa gatal jika sehari saja dia tidak membuat sesuatu yang baru. Pernah suatu hari Naura pulang sekolah sambil menangis. Penyebabnya, karena hari itu gurunya tidak mengajak anak-anak membuat kreasi seperti biasanya 😀

Continue reading